by

Berikut Penjelasan Fachri Lubis Tentang Konsilidasi Para Aktivis Gerakan Kembali Ke UUD 1945 Asli yang Akan Siap Menuntut..

Para Aktivis Militan Gerakan Kembali ke UUD 1945 Asli Siap Menuntut Sidang Istimewa MPR RI di Senayan 5 oktober 2020

(Ket.Gambar: Foto Bersama Usai Gelar Konsilidasi Bersama Para Aktivis Militan,Foto;Istimewa.Jakarta,20/09/2020)

JAKARTA— Menyikapi Konsolidasi yang baru saja usai digelar para aktivis militan bersama emak-emak militan serta ibu pertiwi peduli NKRI yang bersepakat siap berjuang bersama-sama dalam gerakan kembali ke UUD 1945 yang asli, Fachri Lubis aktivis Lintas Pergerakan dan Sosial, mengapresiasi langkah perjuangan para aktifis militan tersebut, sebab hanya satu solusi untuk menyelesaikan persoalan masalah bangsa ini yaitu dengan merujuk ke Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Asli.

“Perjuangan yang dilakukan para aktivis bersama-sama rakyat yang sadar dan peduli dengan kenyataan nasib bangsa ini yang sudah menuju kehancuran dan saya benar-benar apresiasi, sebab sebagai bangsa pejuang bersama elemen masyarakat menolak tentang Undang-Undang 1945 Palsu yang sekarang ini digunakan oleh eksekutif dan legeslatif yang dijadikan konstitusi dengan mengalami empat kali di amandemen,” ujarnya mengatakan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (20/09/2020).

Begitu pun apresiasi kepada Riko mantan aktifis 1998 yang juga merupakan Pendiri Satgas Mahasiswa Univ.Trisakti. sebab sejak pasca reformasi ternyata telah dikhianati dengan dibuatnya UUD 1945 palsu, sehingga bangsa dan NKRI menuju arah kehancuran sehingga berdampak multi krisis disegala bidang berbangsa dan bernegara.

“Sang aktivis militan ini siap berjuang bersama-sama bersatu dalam gerakan kembali ke UUD 1945 asli menuntut sidang istimewa MPR RI di Senayan 5 oktober 2020 nanti,” pungkasnya lagi mengatakan.

Fachri Lubis juga menambahkan bahwa sekarang di Indonesia ini, rakyat sudah terjajah dan tidak berdaulat. sebagai rakyat saya sudah mengingatkan perjuangan saat sekarang ini karena dulunya ada campur tangan asing, maka sekarang harus diselesaikan tanpa campur tangan asing.

“Kembalilah kepada akar masalah, jangan sampai kita sesama anak bangsa persatuan dan kesatuan kita terkoyak-koyak, kita berharap masalah bangsa ini tidak menimbulkan gejolak sosial, dan dapat diselesaikan secara konstitusional sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat.”Tandasnya menjelaskan.(Korlas/dilansir dari berbagai media/tx/foto:ist)

News Feed