by

Aroma Politik dibalik Tudingan Media Lokal Aceh Terhadap Rizayati

(foto; Rizayati, Istimewa)

JAKARTA— Owner perusahaan multi nasional PT. Imza Risky Jaya (PT. IRJ) Group Hj. Rizayati, SH., MM kembali digoyang issue tidak beretika dari salah satu media lokal Bireuen Metro Aceh. Kali ini Pimpinan Redaksi media ini mengangkat judul berita yang sangat tendensius bahkan menjurus kepada fitnah dan menyerang personal pemilik penggagas program Indonesia Terang tersebut.

Judul berita ” Rizayati Dituding Wanita Penipu Ulung ” dinilai sejumlah kalangan di Bireuen sangat jauh dari etika jurnalistik dan cenderung ditunggangi kepentingan politik pihak tertentu mengingat daerah itu akan melaksanakan pemilihan Kepala Daerah pada 2022 mendatang.

Hj. Rizayati dengan perusahaannya PT. IRJ Group kerap hadir ditengah-tengah masyarakat Bireuen dengan beragam bantuan sosial tentunya ditengarai oleh rival politik akan bertarung dalam Pilkada mendatang, bahkan papan reklamenya di sejumlah ruas jalan Bireuen dianggap cukup menantang sehingga kebaikannya dianggap bagian dari starting point kampanye dan harus dilenyapkan.

Cerita yang dinarasikan oleh Pemred Metro Aceh, Bahrul Walidin menurut Hj. Rizayati adalah berita bohong yang dibungkus dengan narasi berita dimana publik pasti akan terpancing dengan judul berita tanpa ingin membaca makna di balik peristiwa.

” Iya, cerita yang dibungkus dengan berita itu adalah kejadian-kejadian dua tahun silam dan semua sudah selesai dengan seksama tanpa ada pihak yang dirugikan, faktanya bisa dilihat dari photo struk transaksi uang dalam berita tersebut. Akan tetapi karena ditunggangi kepentingan politik, cerita itu dibuat seolah-olah berita baru untuk menjatuhkan reputasi Saya “. Terang Owner Imza Airlines

(Foto: Surat Panggilan kedua pada Leni Marlina, Istimewa)

Hj. Rizayati juga menuturkan bahwa cerita dalam berita yang direalise oleh Metro Aceh tersebut adalah fitnah yang sangat keji terhadap dirinya yang dikoordinir oleh mantan Asistennya, Leni Marlina yang kini sedang dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak berwajib, Hj. Rizayati berjanji kepada publik untuk membawa masalah ini ke jalur hukum dalam waktu dekat, baik Pidana maupun Perdata.

” Yang sangat tendensius adalah menuding Saya sebagai Wanita Penipu Ulung, dinyatakan terlibat dalam pencucian uang hasil korupsi sejumlah pejabat Negara, dan sejumlah narasi provokatif lainnya “. Tutur Hj. Rizayati.

Media ini sudah mengabaikan ketentuan Pasal 5 Ayat (1) dari Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers yang mewajibkan perusahaan pers untuk memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma agama, rasa kesusilaan masyarakat dan asas praduga tidak bersalah. Lalu, atas dasar apa Saya dituding penipu ulung dan terlibat dalam pencucian uang hasil korupsi sejumlah pejabat negara? Ketus Hj. Rizayati

Di akhir berita, Hj. Rizayati juga berharap kepada publik Bireuen untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan mudah diadu domba. Saya hanyalah wanita biasa yang berusaha berbuat untuk kampung halaman Saya dari sebagian rizki yang Allah titipkan pada Saya guna ringankan beban sesama lewat program sosial perusahaan yang Saya pimpin di Jakarta.(re)

News Feed